Hehehe... kalau sudah mampu membuat lagu hit sebanyak itu, apa pernah terbersit untuk jadi produser seperti banyak pencipta lagu yang lain?
Rian: Kepikiran sih suatu saat nanti kepingin juga. Tapi yang jelas nggak sekarang karena emang masih banyak belajar.
Komentar kamu soal gaya tangan khas kamu yang pernah di bilang meniru anji drive?
Rian: Nggak tau deh. Gue sih keluar sendiri aja tuh. Anji itu salah satu vokalis yang berpengaruh juga buat gue karena doi itu temen gue juga. ;agian bukan gue dan anji doang kok yang kayak gitu. Perasaan sih vokalis-vokalis band british banyak juga yang punya gaya mirip-mirip gitu.
Hehehehe.... bicara soal musisi pendukung, siapa di antara kalian yang memberi ide pertama kali untuk memakai kevin vierra di salah satu lagu pada album kedua dan kenapa mesti dia?
Rian&rama: Si ray tuh...
Ray: Kok gue sih?. Nggak kok... anak anak juga ikutan. Sebelumnya, kami mikir kayaknya lagu itu lucu kalau ada nuansa piano klasiknya. Lagian se-label juga, jadi birokrasinya lebih gampang.
Rian: Selain itu menurut kami, Kevin itu emang pemain piano yang bener. Pokoknya jago deh mainnya. Katanya sehari minimal mesti megang piano dua jam. Pegang doang hahahahaha....
Ray: Yang nomor satu dan paling penting sih... kevin itu guanteng.. huehehehe
Huahahahaha... kalau nama nama musisi yang lain, itu kalian yang mengusulkan atau label yang menyediakan?
Rian: Ada beberapa yang kami usulin, ada juga yang Kang Noey dan Kang Capung usulin.
Selain uang jajan yang berkecukupan menurut kalian apa kesiksesan paling hebat yang sudah d’masiv raih?
Rian: Lagu kami bisa dinyanyiin banyak orang..
Why: Nah itu, kalau gue sih pas kami bikin lagu jangan menyerah soalnya bisa menginspirasi banyak orang.
Rian: Gue seneng banget kalu ada yang komen soal lagu ini, bukan ABG lagi. Maksudnya orang-orang yang berumur pun ikutan komen positif buat lagu itu. Lagu itu emang jadinya luas banget.
Siapa orang yang menurut kalian paling berjasa dalam mendukung kesuksesan karier d’masiv?
Rama: mungkin papanya rian yah. Dari dulu selalu support kami. Walaupun jarang ikut tur, sekarang beliau masih bantuin ngelola fans club d’masiv, masivers. Selain itu tentunya juga orang tua kami masing-masing.
Apakah kalian sudah mulai bisa merasakan bahwa apa yang sudah kalian capai sekarang ini adalah puncak dari apa yang kalian cita-citain dulu?
Rian: masih jauh. Istilahnya paling juga baru sejengkal. Masih jauh banget perjalanan kami.
Apakah kalian masih suka rindu dengan semangat awal perjuangan dulu? Seperti waktu semangat-semangat berjuang mengikuti festival dulu?
Rama: Kangen banget
Why: Hahahaa.. pastinya
Kebersamaan yang sudah kalian jalani, sedikit banyak mirip seperti orang pacaran. Pernah ada cerita ribut atau berkelahi serius waktu kalian bareng?
Rian: alhamdulillah sih nggak pernah sampai yang gimana banget. Paling juga ada masalah kecil pas manggung, pas turun panggung juga udah nggak ada apa-apa lagi.
Why: kami biasain untuk ngobrol terbuka aja sih. Apa pun itu.
Ray:Yang tukang ngambek ngambek gitu juga kita nggak ada ya?
Kiki: paling juga tukang jahil noh (sambil melirik ray). Tukang jahilnya sih banyak! Hahaha...
Rama: Kami juga kayaknya nggak pada punya ego gede gitu, deh. Nggak bolehlah kayak gitu. Tapi, kalau adu argumen itu mesti. Band bagus itu emang mesti punya adu argumen.
Ray: Yang penting kami mesti sadar sendiri aja siapa yang suaranya lebih pantas di dengerin saat itu.
Seenak-enaknya jadi bagian dari sebuah band kondang, apakah kalian juga punya cerita tidak enak jika di bandingkan dengan kehidupan kalian yang dulu?
Rian: Pasti. Nggak enaknya mungkin jadi lebih terekspos aja. Dulu lebih leluasa, sekarang mesti lebih di tahan-tahan kalau mau yang gila-gilaan.
Suka atau tidak, anak band itu dekat sekali dengan para groupis ceweknya. Adakah cerita lucu soal salah satu groupis kalian yang nakal? Adakah di antara kalian yang pernah punya cerita dekat dan serius dengan penggemar kalian?
Rian: Ya.. karena kita band isinya anak anak cowok udah pasti punya penggemar cewek. Tapi, kalau kami manggung di outdoor gitu, jumlah antara penggemar cewek dan penggemar cowok kayaknya sama aja deh. Nggak tahu deh tuh yang maen bass, soalnya kan dia yang paling ganteng.. huehehehe
Ray: Jiiaahhh... kita, kan bukan boy band, bo’! nggak ada deh jayaknya di antara kami yang pernah ngegebet masivers. Lagian kami juga udah komit kalau masivers, secantik apa pun dia ya jangan di gebet.
Saya perhatikan, ada satu fans kalian yang masih anak-anak dan selau setia ikut. Dia itu siapa sih? Semacam jimat keberuntungan kalaian atau apa ya?
Rian: oh.. si dafa. Dia itu termasuk anak enam tahun yang unik. Jadi kalau lama nggak nonton d’masiv biasanya dia suka sampai sakit. Akhirnya orang tuanya nelpon kami dan nyuruh kami ngobrol sama dia biar cepat sembuh. Terus tadinya nakal sekarang udah nggak terlalu lagi. Seru juga sih karena ke mana mana selalu dateng. Gue sih suka kasian aja sama nyokapnya.
Bagaimana setrategi kalian menjaga fans kalian supaya tetap suka dengan lagu lagu kalian seiring bertambahnya umur mereka?
Rian: Dengan selalu nggak menganggap mereka sebagai fans, tapi lebih kepada seseorang teman. Kayak kemaren pas launching mereka pada datang semua. Yah gue luangin waktulah buat sekedar menyapa dan mengobrol langsung sama mereka. Kami juga selalu bilang sama mereka supaya nganggep d’masiv itu biasa aja kayak temen biasa mereka yang lain.
Terakhir, kasih pesen-pesen dong buat para fans kalian di setiap penjuru kolong langit.?
Why: Beli CD d’masiv dan download RBT-nya hehehe
Kiki: Latihan , semangat banyakin manggung, jang pernah mikirin duit dulu
Rian: Mesti bisa nerima kritikan orang.
Rama: inget! Nggak ada orang sukses yang instan.
AKHIRNYA SLESE JUGA..
OYYA. QW MAU MINTA PENDAPAT KALIAN.
PILIH SALAH SATU (LEBIH JUGA BOLEH) WAWANCARA DARI SEMUA PART YANG PALING MENARIK TRUS KASI ALASAN <<<<WAJIB>>>>
MAAF YA KALAU ADA SALAH2 KATA.
TERIMA KASIH JUGA UDAH MAU BACA NOTE AKU.
*MAKASIH* *JEMPOL*
AQ MAU UCAPIN TERIMA KASIH BUAT NARASUMBER Q
Rian: Kepikiran sih suatu saat nanti kepingin juga. Tapi yang jelas nggak sekarang karena emang masih banyak belajar.
Komentar kamu soal gaya tangan khas kamu yang pernah di bilang meniru anji drive?
Rian: Nggak tau deh. Gue sih keluar sendiri aja tuh. Anji itu salah satu vokalis yang berpengaruh juga buat gue karena doi itu temen gue juga. ;agian bukan gue dan anji doang kok yang kayak gitu. Perasaan sih vokalis-vokalis band british banyak juga yang punya gaya mirip-mirip gitu.
Hehehehe.... bicara soal musisi pendukung, siapa di antara kalian yang memberi ide pertama kali untuk memakai kevin vierra di salah satu lagu pada album kedua dan kenapa mesti dia?
Rian&rama: Si ray tuh...
Ray: Kok gue sih?. Nggak kok... anak anak juga ikutan. Sebelumnya, kami mikir kayaknya lagu itu lucu kalau ada nuansa piano klasiknya. Lagian se-label juga, jadi birokrasinya lebih gampang.
Rian: Selain itu menurut kami, Kevin itu emang pemain piano yang bener. Pokoknya jago deh mainnya. Katanya sehari minimal mesti megang piano dua jam. Pegang doang hahahahaha....
Ray: Yang nomor satu dan paling penting sih... kevin itu guanteng.. huehehehe
Huahahahaha... kalau nama nama musisi yang lain, itu kalian yang mengusulkan atau label yang menyediakan?
Rian: Ada beberapa yang kami usulin, ada juga yang Kang Noey dan Kang Capung usulin.
Selain uang jajan yang berkecukupan menurut kalian apa kesiksesan paling hebat yang sudah d’masiv raih?
Rian: Lagu kami bisa dinyanyiin banyak orang..
Why: Nah itu, kalau gue sih pas kami bikin lagu jangan menyerah soalnya bisa menginspirasi banyak orang.
Rian: Gue seneng banget kalu ada yang komen soal lagu ini, bukan ABG lagi. Maksudnya orang-orang yang berumur pun ikutan komen positif buat lagu itu. Lagu itu emang jadinya luas banget.
Siapa orang yang menurut kalian paling berjasa dalam mendukung kesuksesan karier d’masiv?
Rama: mungkin papanya rian yah. Dari dulu selalu support kami. Walaupun jarang ikut tur, sekarang beliau masih bantuin ngelola fans club d’masiv, masivers. Selain itu tentunya juga orang tua kami masing-masing.
Apakah kalian sudah mulai bisa merasakan bahwa apa yang sudah kalian capai sekarang ini adalah puncak dari apa yang kalian cita-citain dulu?
Rian: masih jauh. Istilahnya paling juga baru sejengkal. Masih jauh banget perjalanan kami.
Apakah kalian masih suka rindu dengan semangat awal perjuangan dulu? Seperti waktu semangat-semangat berjuang mengikuti festival dulu?
Rama: Kangen banget
Why: Hahahaa.. pastinya
Kebersamaan yang sudah kalian jalani, sedikit banyak mirip seperti orang pacaran. Pernah ada cerita ribut atau berkelahi serius waktu kalian bareng?
Rian: alhamdulillah sih nggak pernah sampai yang gimana banget. Paling juga ada masalah kecil pas manggung, pas turun panggung juga udah nggak ada apa-apa lagi.
Why: kami biasain untuk ngobrol terbuka aja sih. Apa pun itu.
Ray:Yang tukang ngambek ngambek gitu juga kita nggak ada ya?
Kiki: paling juga tukang jahil noh (sambil melirik ray). Tukang jahilnya sih banyak! Hahaha...
Rama: Kami juga kayaknya nggak pada punya ego gede gitu, deh. Nggak bolehlah kayak gitu. Tapi, kalau adu argumen itu mesti. Band bagus itu emang mesti punya adu argumen.
Ray: Yang penting kami mesti sadar sendiri aja siapa yang suaranya lebih pantas di dengerin saat itu.
Seenak-enaknya jadi bagian dari sebuah band kondang, apakah kalian juga punya cerita tidak enak jika di bandingkan dengan kehidupan kalian yang dulu?
Rian: Pasti. Nggak enaknya mungkin jadi lebih terekspos aja. Dulu lebih leluasa, sekarang mesti lebih di tahan-tahan kalau mau yang gila-gilaan.
Suka atau tidak, anak band itu dekat sekali dengan para groupis ceweknya. Adakah cerita lucu soal salah satu groupis kalian yang nakal? Adakah di antara kalian yang pernah punya cerita dekat dan serius dengan penggemar kalian?
Rian: Ya.. karena kita band isinya anak anak cowok udah pasti punya penggemar cewek. Tapi, kalau kami manggung di outdoor gitu, jumlah antara penggemar cewek dan penggemar cowok kayaknya sama aja deh. Nggak tahu deh tuh yang maen bass, soalnya kan dia yang paling ganteng.. huehehehe
Ray: Jiiaahhh... kita, kan bukan boy band, bo’! nggak ada deh jayaknya di antara kami yang pernah ngegebet masivers. Lagian kami juga udah komit kalau masivers, secantik apa pun dia ya jangan di gebet.
Saya perhatikan, ada satu fans kalian yang masih anak-anak dan selau setia ikut. Dia itu siapa sih? Semacam jimat keberuntungan kalaian atau apa ya?
Rian: oh.. si dafa. Dia itu termasuk anak enam tahun yang unik. Jadi kalau lama nggak nonton d’masiv biasanya dia suka sampai sakit. Akhirnya orang tuanya nelpon kami dan nyuruh kami ngobrol sama dia biar cepat sembuh. Terus tadinya nakal sekarang udah nggak terlalu lagi. Seru juga sih karena ke mana mana selalu dateng. Gue sih suka kasian aja sama nyokapnya.
Bagaimana setrategi kalian menjaga fans kalian supaya tetap suka dengan lagu lagu kalian seiring bertambahnya umur mereka?
Rian: Dengan selalu nggak menganggap mereka sebagai fans, tapi lebih kepada seseorang teman. Kayak kemaren pas launching mereka pada datang semua. Yah gue luangin waktulah buat sekedar menyapa dan mengobrol langsung sama mereka. Kami juga selalu bilang sama mereka supaya nganggep d’masiv itu biasa aja kayak temen biasa mereka yang lain.
Terakhir, kasih pesen-pesen dong buat para fans kalian di setiap penjuru kolong langit.?
Why: Beli CD d’masiv dan download RBT-nya hehehe
Kiki: Latihan , semangat banyakin manggung, jang pernah mikirin duit dulu
Rian: Mesti bisa nerima kritikan orang.
Rama: inget! Nggak ada orang sukses yang instan.
AKHIRNYA SLESE JUGA..
OYYA. QW MAU MINTA PENDAPAT KALIAN.
PILIH SALAH SATU (LEBIH JUGA BOLEH) WAWANCARA DARI SEMUA PART YANG PALING MENARIK TRUS KASI ALASAN <<<<WAJIB>>>>
MAAF YA KALAU ADA SALAH2 KATA.
TERIMA KASIH JUGA UDAH MAU BACA NOTE AKU.
*MAKASIH* *JEMPOL*
AQ MAU UCAPIN TERIMA KASIH BUAT NARASUMBER Q

Tidak ada komentar:
Posting Komentar