Art work cover album sepertinya masih sama konsep yang pertama. The five hollow men. Dulu sempet juga di bilang kalau konsep ini mencotek cover albumnya Aerosmith. Terlepas dari itu, apa sih makna yang tersirat di balik konsep cover album ini?
Rian: hihih... itu sih balik lagi bergantung orang yang menilai. Sebenarnya maknanya tuh dalem bangets buat kami. Maknanya adalah kami kepingin orang mengenal dan menghargai d’masiv itu dari karyanya aja tanpa ngeliat siapa orang di belakangnya. Idenya sendiri datang dari kami semua.
Kalau materi lagunya banyak tercipta di jalanan, apakah kebersamaan kalian membuat lagu lewat proses nge-jam juga ikut hilang.
Rian: Mungkin emang waktu yang kami dapet nggak seluas kayak ngerjain album pertama. Tapi, justru setelah berjalannya waktu di album ini, tuh gue rasa kami jadi lebih mikirin isi album yang baru. Sekarang kami juga lebih mikirin masalah detail materi dan yang lain-lainnya. Pas bikin demonya, kami udah mikirin dan nge-jamnya ya pas kemaren kami workshop itu aja jadinya.
Terus, apa plus minus album baru ini di banding album sebelumnya?
Kiki: Sama saja sih kayak yang udah di omongin tadi. Menurut gue secara persiapan dari materi, kami memang lebih siap di album kedua ini. Pas ngirim 14 lagu ke musica juga langsung ketrima semuanya. Antara album lama dan album baru masing2, menurut gue ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi sejauh ini, inilah yang terbaik yang udah kami kasih. Ada beberapa lagu yang kemaren di album pertama nggak masuk, tapi di album kedua ini ini masuk kayak ‘sudahi perih ini’.
Rian: Lagu ‘sudahi perih ini’ itu sebenarnya udah ada dari tahun 2005. Waktu itu Cuma versi demonya aja. Pas d’Masiv udah kayak sekarang, ada orang yang upload lagu itu ke internet. Nyebar kemana-mana deh tuh bajakan. Tapi, yang sekarang udah banyak tambahannya kok. Kualitas rekamannya juga lebih bagus. Kalau menurut gue sih samalah. Masing-masing punya olus dan minus.buat gue pribadi di album baru ini karena kebanyakan lagunya gue yang bikin , mungkin lebih ketema kali yah. Di sini letak proses pendewasaan lgue bikin lirik. Sekarang gue udah banyak belajar dari senior soal bikin lagu. Kalau kemaren gue lebih ngomongin diri gue sendiri, sekarang yang gue omongin temanya lebih luas dan variatif.
Ray: Kalau gue sih Cuma dari alat-alat aja sekarang udah lebih bagus.. hehehe
Why: sama.. hehehe
Rian: Yang pasti apa yang kami buat pasti ada kekurangan dan kelebihan. Kami nggak mau terlalu cepat ngerasa puas dengan karya yang kami bikin. Nggak boleh juga ngerasa ini udah perfect. Mesti ngerasa kurang bagus itu. Rasa kayak gitu rasanya mesti tetep ada. Masih butuh banyak belajar. Jadi, nantinya kami mudah-mudahan bisa bikin lagu yang lebih bagus.
Rama: Kelebihannya, menurut gue album ini sederhana. Tapi dari proses pengerjaannya, kami kayak pengin nunjukin bahwa less is more. Gue rasa sih ini kelebihan kami ya. Dengan konsep simple tapi berkualitas. Kalau kekurangannya, biarlah orang lain yang menilai. Gue pribadi terpuaskan banget sama album ini. Lebih enjoy dari yang pertama.
Tapi, sepertinya tetep banyak mellow, ya?. Nada yang up-beat nya pada kemana? Apa ini mungkin karena lebih banyak rian yang menulis lagudan akhirnya secara tidak sadar menutupi keragaman sense of music yang masing-masing kalian punya?
Rian: Sebenarnya kalau mau tahu d’Masiv yang asli tuh, ya pas manggung. Karena kalau live, kami banyak bawa’in lagu yang up-beat. Yang bisa ‘nge-bakar lah’. Orang mungkin banyak bilang kalau kami band mellow, itu gara-gara banyak hit kami yang mellow. Keuntungan kami juga sih karena pas kami bawain lagu mellow juga mereka cukup antusias. Tapi nggak juga sih. Nggak mellow semua juga kok.
Rama: Iya.. yang medium lumayan banyak. Di sini yang paling up-beat itu kayak semakin dan menyegarkan. Enak banget di bawaiin pas manggung, aku takluk juga medium, deh kayaknya.
Ray: Asal jangan di samaain sama mediumnya hardcore aja.. hehehe
Rian: Nggak munafik juga atau gimana ya? Tapi kami juga mesti mentingin kepentingan orang banyak daripada kepentingan idealisme bermusik kami. Lagu-lagu mellow itu juga udah jadi idealismenya d’masiv juga sih. Banyak pihak yang nentuinhit buat d’Masiv. Jadi, bukan kami sendiri juga yang milihin lagu-lagu itu.
Hampir 90% isi album ini masih rian semua penulisnya. Jadi penasaran, apakah yang lain tidak punya tugas untuk menulis lagu, ya?
Rian: Udah porsinya masing-masing kali yah.?
Why: Rian emang udah kuat di lirik dan bikin song-nya. Yang d’Masiv bangets saat ini emang dia.
Rian: Mungkin saat ini emang masih gue, tapi siapa tahu besok-besok anak-anak yang lain. Gue sendiri malah penginnya emang begitu.
mau lanjutt like lagii donkkk...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar