Rabu, 01 Juni 2011

DULU
aq kngen akan diri mue
senyum mue slalu membayangi sepi

kmn kc diri ini akn mngadu
krna diri q sngt khilangan diri mue

mngkin aq tdk bisa membahgia kn mue scara materi..
tp aq akn slalu brusaha membahgia kn dri mue bgaimana pun cra nya..
walaupun nyawa sebagai truhan nya..

apa kc pngorbanan diri q masih kurang..
nyawa q sudah hampir melayang gara gara ingin menyelamat kn dri mue..
tp aq tdk memikir kn resiko nya..
krna yg q mau agar diri mue bisa selamat tnpa ada cacat sdikit pun..

ingat kc janji mue yg dulu..
kau bilang kau kn stia kpd q..
tp semua itu hnya OMONG DOANG..

SEKARANG
aq akn berusaha MELUPAKAN DIRI MUE..
aq akn membuka hati q buat orang lain..

SELAMAT TINGGAL MASA LALU
SELAMAT DATANG MASA DEPAN

SEBUAH CATATAN TENTANG PLAGIARISME KARYA CIPTA LAGU: Benarkah D’Masiv Band Plagiat?

24 April 2009, bertempat di Balai Sarbini Plaza Semanggi, Setelah membacakan para Nominator, dengan lantang lalu diumumkanlah “Kategori Album Terbaik 2009 adalah……..”The Special One” YOVIE & NUNO…!!!” Segeralah Yovie Widianto, Dudi, Dikta, dan Diat segera naek ke atas panggung untuk menerima penghargaan tersebut, hingga kemudian Yovie, sang leader mengucap seraya kaget melihat trophy:”Ini bener Anugerah Musik Indonesia kan? Bukan anugerah musik Melayu…?” sebuah sindiran yang cukup menghenyakkan seisi gedung (terlebih ST 12, yang sebelumnya didaulat sebagai Band Terbaik 2009, mengalahkan Yovie & Nuno). Tak berhenti di situ, di kesempatan lain, dengan venue yang sama, Yovie kembali berujar: “yang terpenting ialah kami mampu menghasilkan karya yang orisinil dan tidak menjadi Band Plagiat”. Dua “scene” itu merupakan bagian dari sebuah rutin besar, bahkan mungkin yang terbesar dalam ranah Musik di Indonesia, yakni Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2009. Dua sindiran yang dilontarkan oleh Yovie Widianto sebagai musisi kawakan malam itu sepertinya cukup menutup megahnya pagelaran acara dengan tembakan-tembakan sindiran yang sesungguhnya sudah sangat sering ia lemparkan sebelum bahkan sesudah ajang tersebut, dan tersangkanya ialah satu: D’Masiv, band pendatang baru yang menuai sukses dalam debutnya. Pertanyaannya, benarkan yang dilakukan oleh D’Masiv merupakan salah satu bentuk plagiasi karya musik? Sepertinya untuk menilai hal tersebut tak semudah melemparkan tudingan layaknya yang dilakukan oleh Yovie. Sesungguhnya bukan hanya Yovie Widianto yang menuding Band D’Masiv sebagai plagiator, banyak insan musik hingga media yang turut memojokan D’Masiv sebagai band peniru lagu-lagu musisi luar negeri, meskipun tidak se-intens dan se-pedas tudingan-tudingan Yovie, yang membuat saya takjub, koq bisa ya seniman melemparkan tudingan sporadik semacam itu? Berjuang atas nama orisinalitas kaum atau iri dengan kesuksesan Band-band fresh yang melesat bak Apollo 11?

Sabtu, 21 Mei 2011

tertipu sama istri orang

Ini pengalaman yg lucudlm hidup q
dulu ada cwe muda,cantik,bening,anggun,seprti bidadari dari langit (gombal) klo mirip artis dia itu mirip bngt sama NIKITA WILLY .. Dia dtng k'kota q buat bekerja...
sebut ajja nm nya RN (di sensor ya) usia nya sich cuma beda 2 tahun sama aq..(saya 17 tahun dia 19 tahun).
dia di sini bekerja sebgai penjaga warung atau bahasa keren nya WAITERS ( aneh2 ajja masa warteg ada waiters nya).
walalupun dia bkerja sebagai WAITERS di warteg tp cwo cwo sering bngt godain dia...
tp q akui dia kuat iman..
tahan di goda & dia bukan cwe gampangan..
itu lah yg aq suka dari dia..
saat berkenalan sama aq dia tersenyum manis bagaikan bidadari (gombal lg)...
saat itu pun berkenalan nya cuma diam diam tnpa kthuan tmn2 soal nya banyak saingan (mklum orng nya cntik).
Tp se iring nya wktu kami berdua pun resmi menjadi spsng kekasih (senang bngt dech).
Tp banyak bngt cobaan yg kami trima.Semua orng ingin mrusak hbngn kami b'2 krna bnyak bngt yg suka sama dia.
Akhir nya hbngn kami pun harus putus krena cobaan kami terlalu besar...saat kami putus dia mngajak q untuk ktemuan untuk trkhir kali nya..
aq tidak mngrti apa yg dia mksud shngga aq tidak mau brtemu dia krena aq tidak enak sama orang orang..
sejak saat itu dia pun kembali ke kota nya lg & dia pun brhenti bkerja..
2 bulan kami tidak ada komunikasi sejak putus & baru baru ini aq pun mendengar khabar nya lagi dri seorang tmn q klo ternyata selama ini dia itu sudah punya suami, dan saat dia berpacaran sama diri q trnyata dia itu lagi ada mslh sama suami nya..
maka nya dia pergi dari kota nya buat mnghidari suami nya..
 (malu dech sama suami nya)
saat putus sama aq dia pun memutus kan buat kembali sama suami nya..
(alhamdulilah dech klo bgitu)

dari kisah q di atas ternyata aq udah di tipu sama istri orng..(ada ada ajja)

tp walaupun bgitu dia itu jg mntan q dan aq ga akn prnah m'lupakan diri nya karena dia jg prnah jd orng no 1 dlm hidup q..


SALAM CYNK Q BUAT R**N*..

Jumat, 20 Mei 2011

WAWANCARA EXLUSIF D’MASIV DALAM BUKU ‘MUSIC SCORES’ LAST PART (PART PALING *GOKIL*)

Hehehe... kalau sudah mampu membuat lagu hit sebanyak itu, apa pernah terbersit untuk jadi produser seperti banyak pencipta lagu yang lain?
Rian: Kepikiran sih suatu saat nanti kepingin juga. Tapi yang jelas nggak sekarang karena emang masih banyak belajar.
Komentar kamu soal gaya tangan khas kamu yang pernah di bilang meniru anji drive?
Rian: Nggak tau deh. Gue sih keluar sendiri aja tuh. Anji itu salah satu vokalis yang berpengaruh juga buat gue karena doi itu temen gue juga. ;agian bukan gue dan anji doang kok yang kayak gitu. Perasaan sih vokalis-vokalis band british banyak juga yang punya gaya mirip-mirip gitu.
Hehehehe.... bicara soal musisi pendukung, siapa di antara kalian yang memberi ide pertama kali untuk memakai kevin vierra di salah satu lagu pada album kedua dan kenapa mesti dia?
Rian&rama: Si ray tuh...
Ray: Kok gue sih?. Nggak kok... anak anak juga ikutan. Sebelumnya, kami mikir kayaknya lagu itu lucu kalau ada nuansa piano klasiknya. Lagian se-label juga, jadi birokrasinya lebih gampang.
Rian: Selain itu menurut kami, Kevin itu emang pemain piano yang bener. Pokoknya jago deh mainnya. Katanya sehari minimal mesti megang piano dua jam. Pegang doang hahahahaha....
Ray: Yang nomor satu dan paling penting sih... kevin itu guanteng.. huehehehe
Huahahahaha... kalau nama nama musisi yang lain, itu kalian yang mengusulkan atau label yang menyediakan?
Rian: Ada beberapa yang kami usulin, ada juga yang Kang Noey dan Kang Capung usulin.
Selain uang jajan yang berkecukupan menurut kalian apa kesiksesan paling hebat yang sudah d’masiv raih?
Rian: Lagu kami bisa dinyanyiin banyak orang..
Why: Nah itu, kalau gue sih pas kami bikin lagu jangan menyerah soalnya bisa menginspirasi banyak orang.
Rian: Gue seneng banget kalu ada yang komen soal lagu ini, bukan ABG lagi. Maksudnya orang-orang yang berumur pun ikutan komen positif buat lagu itu. Lagu itu emang jadinya luas banget.
Siapa orang yang menurut kalian paling berjasa dalam mendukung kesuksesan karier d’masiv?
Rama: mungkin papanya rian yah. Dari dulu selalu support kami. Walaupun jarang ikut tur, sekarang beliau masih bantuin ngelola fans club d’masiv, masivers. Selain itu tentunya juga orang tua kami masing-masing.
Apakah kalian sudah mulai bisa merasakan bahwa apa yang sudah kalian capai sekarang ini adalah puncak dari apa yang kalian cita-citain dulu?
Rian: masih jauh. Istilahnya paling juga baru sejengkal. Masih jauh banget perjalanan kami.
Apakah kalian masih suka rindu dengan semangat awal perjuangan dulu? Seperti waktu semangat-semangat berjuang mengikuti festival dulu?
Rama: Kangen banget
Why: Hahahaa.. pastinya
Kebersamaan yang sudah kalian jalani, sedikit banyak mirip seperti orang pacaran. Pernah ada cerita ribut atau berkelahi serius waktu kalian bareng?
Rian: alhamdulillah sih nggak pernah sampai yang gimana banget. Paling juga ada masalah kecil pas manggung, pas turun panggung juga udah nggak ada apa-apa lagi.
Why: kami biasain untuk ngobrol terbuka aja sih. Apa pun itu.
Ray:Yang tukang ngambek ngambek gitu juga kita nggak ada ya?
Kiki: paling juga tukang jahil noh (sambil melirik ray). Tukang jahilnya sih banyak! Hahaha...
Rama: Kami juga kayaknya nggak pada punya ego gede gitu, deh. Nggak bolehlah kayak gitu. Tapi, kalau adu argumen itu mesti. Band bagus itu emang mesti punya adu argumen.
Ray: Yang penting kami mesti sadar sendiri aja siapa yang suaranya lebih pantas di dengerin saat itu.
 Seenak-enaknya jadi bagian dari sebuah band kondang, apakah kalian juga punya cerita tidak enak jika di bandingkan dengan kehidupan kalian yang dulu?
Rian: Pasti. Nggak enaknya mungkin jadi lebih terekspos aja. Dulu lebih leluasa, sekarang mesti lebih di tahan-tahan kalau mau yang gila-gilaan.
Suka atau tidak, anak band itu dekat sekali dengan para groupis ceweknya. Adakah cerita lucu soal salah satu groupis kalian yang nakal? Adakah di antara kalian yang pernah punya cerita dekat dan serius dengan penggemar kalian?
Rian: Ya.. karena kita band isinya anak anak cowok udah pasti punya penggemar cewek. Tapi, kalau kami manggung di outdoor gitu, jumlah antara penggemar cewek dan penggemar cowok kayaknya sama aja deh. Nggak tahu deh tuh yang maen bass, soalnya kan dia yang paling ganteng.. huehehehe
Ray: Jiiaahhh... kita, kan bukan boy band, bo’! nggak ada deh jayaknya di antara kami yang pernah ngegebet masivers. Lagian kami juga udah komit kalau masivers, secantik apa pun dia ya jangan di gebet.
Saya perhatikan, ada satu fans kalian yang masih anak-anak dan selau setia ikut. Dia itu siapa sih? Semacam jimat keberuntungan kalaian atau apa ya?
Rian: oh.. si dafa. Dia itu termasuk anak enam tahun yang unik. Jadi kalau lama nggak nonton d’masiv biasanya dia suka sampai sakit. Akhirnya orang tuanya nelpon kami dan nyuruh kami ngobrol sama dia biar cepat sembuh. Terus tadinya nakal sekarang udah nggak terlalu lagi. Seru juga sih karena ke mana mana selalu dateng. Gue sih suka kasian aja sama nyokapnya.
Bagaimana setrategi kalian menjaga fans kalian supaya tetap suka dengan lagu lagu kalian seiring bertambahnya umur mereka?
Rian: Dengan selalu nggak menganggap mereka sebagai fans, tapi lebih kepada seseorang teman. Kayak kemaren pas launching mereka pada datang semua. Yah gue luangin waktulah buat sekedar menyapa dan mengobrol langsung sama mereka. Kami juga selalu bilang sama mereka supaya nganggep d’masiv itu biasa aja kayak temen biasa mereka yang lain.
Terakhir, kasih pesen-pesen dong buat para fans kalian di setiap penjuru kolong langit.?
Why: Beli CD d’masiv dan download RBT-nya hehehe
Kiki: Latihan , semangat banyakin manggung, jang pernah mikirin duit dulu
Rian: Mesti bisa nerima kritikan orang.
Rama: inget! Nggak ada orang sukses yang instan.


AKHIRNYA SLESE JUGA..
OYYA. QW MAU MINTA PENDAPAT KALIAN.
PILIH SALAH SATU (LEBIH JUGA BOLEH) WAWANCARA DARI SEMUA PART YANG PALING MENARIK TRUS KASI ALASAN <<<<WAJIB>>>>

MAAF YA KALAU ADA SALAH2 KATA.
TERIMA KASIH JUGA UDAH MAU BACA NOTE AKU.
*MAKASIH* *JEMPOL*



AQ MAU UCAPIN TERIMA KASIH BUAT NARASUMBER Q 

ArinaBella Ekkypradipta Sii-masiverzgirls 

 

WAWANCARA EXLUSIF D’MASIV DALAM BUKU ‘MUSIC SCORES’ PART 4

pernah mendapatkan bahan lmembuat lagu dari membaca sesuatu?
Rian: Waktu SMP dulu itu gue suka baca buku khalili gibran. Makannya kalau gue perhatiin, lirik lirik gue itu bersayap. Istilahnya pake bahasa langitlah. Agak berat jadinya. Sekarang-sekarang gue jadi lebih alami aja, sama apa yang lagi gue rasaain. Keluar sendiri aja gitu. Orang yang nyanyi pun akhirnya nggak perlu mikir lama buat bisa langsung ngerti maksud liriknya.
Di antara anak anak d’Masiv siapa yang biasanya paling cocok sama rian untuk jadi partner membuat lagu?
Rian: sampe saat ini sih rama yang masih sering
Kenapa bukan dengan kiki? Masih saudara kandung kan?
Rian: nggak juga, kebetulan selama ini mungkin emang lebih pas aja rama. Misalnya kalau rama lagi dapet nada dan mentok di lirik, do’i pasti langsung ngehubungin gue.
Rama: Gue biasanya emang gitu. Kebanyakan kalo bikin lagu, dari notasi dulu.
Darimana sih mendapatkan ide untuk menulis lirik-lirik pengalaman cinta yang pahit?
Rian: referensi juga kali ya. Dari kecil gue emang udah di cekokin bokap sama lagu-lagunya Queen dengan nadanya nyeret-nyeret. Pas mulai SMA gue tambah banyak suka sama band-band dari inggris yang lain. Kebawabya mungkin dari situ itu. Kalau lirik ya itu.. emang lebih banyak dari apa yang gue rasain.
Berarti stok cerita patah hati dari zaman dulu sudah lumayan banyak ya?
Rian: He he he... gimana ya? Sampe sekarang kalau bikin lirik, gue masih suka ngebayangin yang dulu-dulu gue rasain. Misalnya, kayak dulu gue pernah disakitin orang, amarah itu masih gue rasain. Ya itu semua gue tuangin aja ke lagu.
Ada berapa song writers yang mengaku lebih bisa menikmati menulis lagu tema yang sakit daripada tema happy. Apakah rian termasuk tipikal yang seperti itu?
Rian:Nggak juga sih. Kayak yang udah gue omongin tadi, hampir semua hal yang gue rasain bisa jadi lagu. Pas lagi kangen misalnya, atau lagi jatuh cinta, itu kan bukan rasa sakit. Terus yang lagu jangan menyerah , gue seneng lagu itu karena bisa ngasih orang lain motivasi.
Teru skalau sedang menulis lirik yang bertema fall in love atau broken heart, apakah itu semua dirsakan sendiri?. Atau mungkin hasil mendengarkan curhatan orang?
Rian: nggak tentu ... tapi mungkin gue ngerasaain pacaran itu pas kelar SMA sebenarnya. Karena pas SMP sampai SMA itu masih yang hanya ngejar ngejar dan nggak pernah dapet dapet.
Waduh, curhat colongan yah? He he he..sebut satu nama, siapa sumber inspirasi paling penting dalam penulisan lagu di album ini?
Rian: Siapa yah??. Tuhan sih sebenarnya. Karena buat gue nada-nada yang lahir itu anugerah. Mau bikin satu lagu aja bisa nggak jadi-jadi kalau nggak dapetin ilham.kayak rindu setengah mati misalnya, makna lagu itu sebenarnya luas bangets. Kayak kumpulan perasaan kangen yang disatuin gitulah. Contohnya pas, kami lagi tur dan mesti ninggalin keluarga atau hal hal asyik yang biasa kami kerjain. Kebetulan juga waktu itu gue sempet beberpa hari nggak melaksanakan kewajiban salat. Kangennya nyampur semua jadi satu. Ya jadinya rindu setengah mati itu.
Saya, yakin walaupun kamu bukan jadi orang yang pertama mengemas ide tema jangan menyerah menjadi sebuah lagu. Ternyata lagu jangan menyerah tetap bagus dan berdampak kuat bagi orang banyak. Saya jadi penasaran dan ingin tahu momen pas kamu menulis lagu itu.
Rian: Gue bikin lagu itu selepas d’masiv manggung di acara amal rumah sakit dharmais. Waktu itu kami main di depan anak anak pengidap kanker. Umur mereka rata-rata berumur sekitar tujuh sampai delapan tahun. Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Tapi salutnya, mereka masih bisa nyanyi bareng d’masiv. Nah, ada satu anak yang pengin bangets nonton kami, tapi kondisi dia itu nggak mampu turun dari kamarnya di lantai atas. Akhirnya kami, yang ke atas nemuin dia. Gue nyanyi di depan dia sambil gue pegang tangannya. Terus abis itu gue liat dia senyum dan ikutan lirih bernyanyi. Padahal kata nyokapnya dia udah lama banget nggak sennyum. Sedihnya, seminggu dari itu katanya dia meninggal.
Saya jadi ikut sedih... terus?
Rian: tapi momen yang bikin gue netesin air mata adalah satu anak yang namanya restu. Dia itu pake kursi roda dan kakinya udah nggak ada. Gue liat dia semangat banget nyanyinya. Sambil nyanyi, nangis deh gue. Nangisnya bukan berkaca-kaca dulu gitu loh, tapi langsung netesin air mata. Gue peluk dia dan gue suruh nyanyi. Pulangnya gue keingetan terus sama anak-anak itu. Walaupun sakit, gue ngeliat mereka itu kayak yang nggak punya beban. Dan itu semua kayak yang nampol gua sendiri. Gila! Malu sendiri. Kita yang lebih beruntungaja kadang masih sering ngeluh dan nyalahin keadaan. Akhirnya  terciptalah lirik itu. Kita emang mesti lebih banyak bersyukur apa pun keadaan kita. Lagu itu juga sekarang jadi penyemangat gue loh.
Rama: Hehehehe.... iya tuh. Kadang kalau ketemu situasi nggak enak, misalnya dapet makanan yang menunya kurang kami suk dari panitia, sekarang ada aja yang nyanyi sambil nyeletuk lagu itu. Langsung bete di tempat. Huahahaha.

MASIH ADA 1 PART LAGI>>>> LIKE YANG BANYAK YAA

WAWANCARA EXLUSIF D’MASIV DALAM BUKU ‘MUSIC SCORES’ PART 3

Terus kalau masalah royalitinya bagaimana?. Karena jika dilihat dari pembagian hak intelektualnya, pasti “alirannya” lebih banyak ke rian semua nantinya. Saya kurang tahu perihal internal d’Masiv, tapi ada beberapa band lain yang saya tahu lebih suka membagi rata hal seperti itu demi menjaga keutuhan band. Kalau, boleh tahu, apakah kalian menjalani hal yang sama?
Rama: Kami sih, prinsipnya dari dulu susah senang barang-barang, eh bareng-bareng terus.
Ray: Lagian contohnya aja nih lagu lagu rindu setengah mati kalau nggak ada bass nya juga nggak jadi kan? hehehe.
Rian: Emang iya, kami kan udah ngerasaain susah bareng. Jadi, sekurang penginnya kalau sekarang satu di antara kami kaya, ya mesti kaya semua.
Saya setuju itu. Kaya satu kaya semua. Seperti semboyannya the three musketrees-nya orang inggris, “one for all and all for one”. Saya justru lebih percaya jika uang dan materi sebenarnya Cuma efek dari apa yang d’Masiv lakukan selama ini. Karena pastinya, sejak awal terbentuk dan bertahan sampai sekarang, unsur fun, visi yang sama, plus kecintaan sama musiklah yang jadi energi utama mereka. Kalian bisa membayangkan sendiri cerita kegigighan awal mereka dulu dalam mengejar cita-cita. Demi mendapatkan uang untuk mendaftar ikuta berjuang di festifal band, anak-anak d’Masiv kabarnya juga sempat berlangganan menjadi pengamen di bis jurusan ciledug-blok M. Bisa dibayangkan, jika mereka masih setengah-setengah dan mementingkan gengsi, sepertinya hal seperti itu tidak akan mungkin terjadi. Para orang tua mereka pun sempat ada yang keki juga gara-gara perilaku anak-anaknya itu. Wajarlah, beda dengan sekarang, kadang orang tua itu suka khawatir dengan masa depan musisi.
Tapi hal sama nggak berlaku buat Rian dan Kiki yang kebetulan punya ayah yang gemar bermain musik sekaligus pernah menjadi musisi cafe. Mereka sangat didukung. Contohny saja rian, sejak umur 3 tahun, vokalis kelahiran 17 november 1986 ini sydah sering di bawa naik turun pamnggung sama ayahnya, Daniel Rajasa. Rian yang waktu itu masih cengeng dan pemalu juga masih agak canggung untuk ber-ekspresi lewat gerakan di atas panggung dan  meski kemampuannya benyanyi mulai di akui ketika menginjak SMP, bakat dan napas panjang bernyanyi rian sebenarnya sudah mulai terlihat dengan prestasinya yang sering memenangkan lomba mengaji dan azan. Tidak bisa dimungkiri, memang, sampai saat ini kualitas vokal khas dan kemampuan rian yang baik dalam membuat lagulah yang salah satu aset penentu kesuksesan d’Masiv.
Salut buat rian untuk semua penciptaan lagu di dalam album ini. By the way apakah kamu masih ingat kapan dan umur berapa pertama kali kamu menulis lagu?. Saya jadi membayangkan situasinya kira-kira seperti apa ya?
Rian:ingetlah.. jadi sikonnya itu pas gue lagi jatuh cinta. Gue masih SMP kelas satu waktu itu..hehehe. Lagunya lucu banget deh pokonya judulnya yang pertama .
Semua: bhuahahahaha.
Hahaha. Pernah punya niat untuk memasukkan lagu itu ke album d’Masiv tidak?Buat bonus track mungkin..
Rian: Kayaknya nggak akan dehh..
Semua: wakakakaka..
Selain lebih leluasa mencari nada vokal, apakah ada kepuasan lain yang kamu dapatkan dari menulis lagu?
Rian: Buat gue bikin lagu itu kayak ungkapan perasaan. Jadi, misalnya gue lagi patah hati, nih daripada gue bunuh diri mendingan bikin lagu, kan? Jadi lagu deh.
Betul! Apalagi bisa dapet rezeki lebih ya?
Rian: hehehe... alhamdulillah. Lebih positif aja jadinya. Misalnya gue lagi gerasaain sesuatu, gue bisa tuangin itu semua dalam bentuk lagu. Selain lagu, dulu itu gue juga suka nulis-nulis puisi. Skarang malah gue udah bisa nulis dari apa yang orang lain rasakan.

MAU lanjutt.. jempolnya donkk


WAWANCARA EXLUSIF D’MASIV DALAM BUKU ‘MUSIC SCORES’ PART 2

Art work cover album sepertinya masih sama konsep yang pertama. The five hollow men. Dulu sempet juga di bilang kalau konsep ini mencotek cover albumnya Aerosmith. Terlepas dari itu, apa sih makna yang tersirat di balik konsep cover album ini?
Rian: hihih... itu sih balik lagi bergantung orang yang menilai. Sebenarnya maknanya tuh dalem bangets buat kami. Maknanya adalah kami kepingin orang mengenal dan menghargai d’masiv itu dari karyanya aja tanpa ngeliat siapa orang di belakangnya. Idenya sendiri datang dari kami semua.
 Kalau materi lagunya banyak tercipta di jalanan, apakah kebersamaan kalian membuat lagu lewat proses nge-jam juga ikut hilang.
Rian: Mungkin emang waktu yang kami dapet nggak seluas kayak ngerjain album pertama. Tapi, justru setelah berjalannya waktu di album ini, tuh gue rasa kami jadi lebih mikirin isi album yang baru. Sekarang kami juga lebih mikirin masalah detail materi dan yang lain-lainnya. Pas bikin demonya, kami udah mikirin dan nge-jamnya ya pas kemaren kami workshop itu aja jadinya.
Terus, apa plus minus album baru ini di banding album sebelumnya?
Kiki:  Sama saja sih kayak yang udah di omongin tadi. Menurut gue secara persiapan dari materi, kami memang lebih siap di album kedua ini. Pas ngirim 14 lagu ke musica juga langsung ketrima semuanya. Antara album lama dan album baru masing2, menurut gue ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi sejauh ini, inilah yang terbaik yang udah kami kasih. Ada beberapa lagu yang kemaren di album pertama nggak masuk, tapi di album kedua ini ini masuk kayak ‘sudahi perih ini’.
Rian: Lagu ‘sudahi perih ini’ itu sebenarnya udah ada dari tahun 2005. Waktu itu Cuma versi demonya aja. Pas d’Masiv udah kayak sekarang, ada orang yang upload lagu itu ke internet. Nyebar kemana-mana deh tuh bajakan. Tapi, yang sekarang udah banyak tambahannya kok. Kualitas rekamannya juga lebih bagus. Kalau menurut gue sih samalah. Masing-masing punya olus dan minus.buat gue pribadi di album baru ini karena kebanyakan lagunya gue yang bikin , mungkin lebih ketema kali yah. Di sini letak proses pendewasaan lgue bikin lirik. Sekarang gue udah banyak belajar dari senior soal bikin lagu. Kalau kemaren gue lebih ngomongin diri gue sendiri, sekarang yang gue omongin temanya lebih luas dan variatif.
Ray: Kalau gue sih Cuma dari alat-alat aja sekarang udah lebih bagus.. hehehe
Why:  sama.. hehehe
Rian: Yang pasti apa yang kami buat pasti ada kekurangan dan kelebihan. Kami nggak mau terlalu cepat ngerasa puas dengan karya yang kami bikin. Nggak boleh juga ngerasa ini udah perfect. Mesti ngerasa kurang bagus itu. Rasa kayak gitu rasanya mesti tetep ada. Masih butuh banyak belajar. Jadi, nantinya kami mudah-mudahan bisa bikin lagu yang lebih bagus.
Rama:  Kelebihannya, menurut gue album ini sederhana. Tapi dari proses pengerjaannya, kami kayak pengin nunjukin bahwa less is more. Gue rasa sih ini kelebihan kami ya. Dengan konsep simple tapi berkualitas. Kalau kekurangannya, biarlah orang lain yang menilai. Gue pribadi terpuaskan banget sama album ini. Lebih enjoy dari  yang pertama.
Tapi, sepertinya tetep banyak mellow, ya?. Nada yang up-beat nya pada kemana? Apa ini mungkin karena lebih banyak rian yang menulis lagudan akhirnya secara tidak sadar menutupi keragaman sense of music yang masing-masing kalian punya?
Rian:  Sebenarnya kalau mau tahu d’Masiv yang asli tuh, ya pas manggung. Karena kalau live, kami banyak bawa’in lagu yang up-beat. Yang bisa ‘nge-bakar lah’. Orang mungkin banyak bilang kalau kami band mellow, itu gara-gara banyak hit kami yang mellow. Keuntungan kami juga sih karena pas kami bawain lagu mellow juga mereka cukup antusias. Tapi nggak juga sih. Nggak mellow semua juga kok.
Rama: Iya.. yang medium lumayan banyak. Di sini yang paling up-beat itu kayak semakin dan menyegarkan. Enak banget di bawaiin pas manggung, aku takluk juga medium, deh kayaknya.
Ray: Asal jangan di samaain sama mediumnya hardcore aja.. hehehe
Rian: Nggak munafik juga atau gimana ya? Tapi kami juga mesti mentingin kepentingan orang banyak daripada kepentingan idealisme bermusik kami. Lagu-lagu mellow itu juga udah jadi idealismenya d’masiv juga sih. Banyak pihak yang nentuinhit buat d’Masiv. Jadi, bukan kami sendiri juga yang milihin lagu-lagu itu.
Hampir 90% isi album ini masih rian semua penulisnya. Jadi penasaran, apakah yang lain tidak punya tugas untuk menulis lagu, ya?
Rian: Udah porsinya masing-masing kali yah.?
Why: Rian emang udah kuat di lirik dan bikin song-nya. Yang d’Masiv bangets saat ini emang dia.
Rian: Mungkin saat ini emang masih gue, tapi siapa tahu besok-besok anak-anak yang lain. Gue sendiri malah penginnya emang begitu.


mau lanjutt like lagii donkkk...

WAWANCARA EXLUSIF D’MASIV DALAM BUKU ‘MUSIC SCORES’ PART 1

Selamat malam..
D’Masiv: Selamat malam.
Wuih kompak sekali. Saya suka ini. Hehehe lama juga kita tidak bertemu. Kalau tidak salah terakhir saya bertemu kalian untuk wawancar promo album pertama ya? Dan waktu itu belum se-massive sekarang dong. Bagaimana kabarnya? Sehat kan? “ke belakang” plus ngamennya lancar kan.
Rian: hua haha bisa aja lo mas. Alhamdulillah sehat. Ngamennya juga lancar bangets. Kita sering ketemu kok mas. Nggak selalu pas wawancara lah. Situ saja yang sok sibuk.
Hehehehe, iya yah. Saya bingung dari mana mesti memulai obrolan dengan kalian. Dari sejarah nama band saja kalau begitu.
Rian:halah.. baiklah. Nama d’Masiv sendiri histori awalnya itu adalah usulan teman kami namanya Dian Subiakto (drummer T&T orchestra). Asalnya sih dari bahasa inggris massive, yang punya arti raksasa atau besar-besaran. Karena artinya sendiri bagus, tanpa pikr panjang nama Massive pun di sepakati buat jadi nama band. Nama massive itu terus berubah jadi d’Masiv setelah kami menang ajang kompetesi yang di adain sama perusahaan rokok itu. Tambahan usulan dari label juga. Pertimbangan lainnya adalah karena ternyata udah banyak banget band yang pake nama kayak gitu, baik di indonesia maupun luar negri.
Setelah jadi juara ajang kompetesi cari bakat band baru dan mendapatkan hadiah rekaman dengan musica’s studio, proses apa saja yang mesti kalian lewati saat baru menjalani rekaman dengan mayor label?
Rama: Kami mesti ngelewatin dulu proses bikin demo materi lagu-lagu buat dipilih-pilih sama musica. Dari 16 materi lagu yang kami kasih ke musica, Cuma 3 lagu yang ketrima lho.
Wah ..terus bagaimana menggenapkan sisa lagu yang lain untuk jadi satu album?
Rian: untungnya kami nggak patah semangat dan terus nyicil nyetor lagu sampe 30 lagu. Dari 30 lagu itu , alhamdulillah akhirnya bisa genapin 12 lagu yang kepilih buat ngisi materi di album kami pardana. Setelah workshop materi, rekaman akhirnya bisa terlaksana.
Ada kendala berarti atau cerita-cerita unik nggak ketika kalian mengerjakan album perdana kalian tersebut.
Rama: Nggak ada masalah yang berarti pas kami ngejalanin proses rekaman. Seingat kami sih, lancar-lancar aja kami ngejalaninnya. Cuma si rian aja tuh mungkin ketemu sedikit masalah ketika mau take vokal.
Masalah seperti apa?
Rian: Biasalah selain kondisi flu yang bikin suara gue jadi bindeng, masalah moody yang lagi nggak enak juga datang nyamperin. Setelah take beberapa kali, lagu merindukanmu masih aja nggak bisa keras soul-nya sama gue.
Terus mengatasi masalah itu bagaimana?
Rian: akhirnya ada solusi pindah ke studio milik capung java jive di bandung. Alhamdulillah pindah suasana ke bandung emang mujarab bikin gue ngadepin feel nyanyiin tuh lagu.satu lagu bisa di kerjain 2 jam, jadi sehari bisa dapet 3 lagu. Padahal waktu take di studio musica, jakarta 1 shift (8 jam ) aja nggak cukup buat bisa ngrampungin satu lagu itu.
Kenapa kalian kasih nama perubahan di album perdana kalian?
Rian: Album itu kami kasih judul perubahan karena emang bikin perubahan dalam arti sebenarnya terhadap proses berkarya kami. Selain perubahan nama band, pendewasaan dalam bermusik juga mulai kami rasakan waktu itu. Misalnya saat, zaman ikut-ikut festival dulu kami lebih banyak bawaiin music rock yang progressive. Nah saat bikin album di mayor label .
Hmm.. berati ada sedikit unsur menghilangkan idealisme asli bermusik ya, demi tuntutan pasar.?
Rian: Menurut kami, apa yang kami keluarin sampai saat ini itu tetap idealisme asli bermusik yang kami punya. Kalau ada yang ngomong bahwa sebuah band yang masuk mayor label itu bakal di tekan idealisme bermusik bandnya, sebenarnya sih nggak semua prosesnya jadi kayak gitu. Produser itu sebenarnya Cuma ngarahin apa yang kira kira perlu ditambahin dan meminimalisasikan apa yang nggak perlu. Apa yang keluar tetep dari kami kok. Kalau mau di telusurin penyebab kenapa dulu lebih ng-rock dan sekarang jadi lebih nge-pop penyebabny adalah kebutuhan saat kami berjuang festival itu harus emang bawaain lagu-lagu yang progresif dan secar skill bisa di pamerin buat bisa dapetin nilai plus di mata para juri.
Baiklah saya terima alasannya. Tapi bagaimana soal munculnya isu yang tidak sedap soal plagiarisme pada lagu-lagu di album perdana kalian?
Rian: wah itu lagi. Perasaan dulu di konferensi pers album kedua kami mas iyak pernah nanyaain hal yang sama deh di depan wartawan-wartawan.
Tapi kan sekarang saya ingin konfirmasi lagi?
Rian: he he he... ya udah berarti jawabannya masih sama mas. Kami tuh mungkin terinspirasi saja. Jadi, buka mencontek, meniru, menjiplak atau melakukan plagiat. Di luar kesadaranlah kalau apa yang kami biasa dengerin terbawa pas waktu kami bikin lagu. Kami memang suka sama Switchfoot, incubes, Muse, Lifehouse. Jadi, memang nggak tertutup kemungkinan kalau cara bermain kami juga terpengaruh.
Apa cara yang kalian pakai sekarang supaya hal tersebut tidak terulang lagi?
Rian: ya tetep jadi diri sendiri saja. Apa yang kami bikin di album baru ini memang semampu yang kami bisa. Terserah kembali lagi pada orang yang menilai. Kalu masih ada yang bilang mirip ini atau itu, asal tahu aja kalau kami udah berusaha banget untuk orisinal. Band itu emang mesti sering di kritik kalau mau maju. Untungnya kami, masih tetep bisa usahain seminimal mungkin dengerin karya orang lain. Walaupun kadang ada juga yang nyantol. Yang penting kami tetep berusaha untuk apa adanya.
Tapi, kalian curiga nggak sih kalauisu tersebut sengaja di lempar karena ada pihak yang kurang senang dengan kesuksesan kalian? 
Rian: Kayaknya yang begituan mungkin-mungkin terjadi.
Ray: Pro dan kontra itu pasti ada nggak Cuma di indonesia.
Sepertinya sudah cukup membicarakan masalah contek-mencoteknya. Sekarang lebih baik kit amelihat ke depan dan membicarakan soal album terbaru kalian, setuju kan?
D’masiv: setujuuuuu...
Oke, silahkan dimulai dengan bercerita bebas soal apa saja. Masalah penggarapannya atau apalah. Sedikit atau banyak juga tidak apa-apa?
Rama: Kalau secara prosesnya sih lumayan agak berbeda dari album pertama. Soalnya yang sekarang ini kami lebih banyak ngerjainnya di jalan. Di sela-sela tour. Biasannya sih pas abis manggung, kami masuk ke kamar dan ngerjainnya..
Rian:  Iya kadang sampe jam lima pagi kami mgerjainnya tuh..
Rama: Makannya kami namain album ini tuh perjalanan. Kalau ngomongin sumbernya juga sekarang agak berbeda. Pengetahuan dan alat-alat kami punya juga udah makin bertambah. Beda sama rekaman yang sebelumnya, waktu itu kami masih banyak pinjem alat.. hehehe. Sekarang karena alat-alat udah lebih lengkap kami tambah fokus dan lebih mikirin album baru ini.
Kalau sedang di jalan seperti itu. Apa sih yang biasa kalian kerjakan di saat senggang untuk mengisi waktu?
Rian: Kalau gue sih biasanya maen gitar. Sama kayak hobi gue dulu waktu masih sering di rumah bikin lagu di kamar.
Why: Plig hunting makanan lokal setempat
Rama: ada juga yang ‘autis’ browsing, internetan di kamar masing-masing.
Rian: Biar se-enak apapun kotanya, biasanya gue lebih seneng diem di kamar. Anak-anak juga begitu deh kayaknya, sama diem di kamar aja.
Pernah nggak di suatu kota menyamar ke luar hotel supaya tidak di kenali orang?
Rian:  Paling pas di manado kemaren, gue sempet ke luar buat nyari makanan ikan yang enak. Pake kupluk gitu, tapi tetep aja ketahuan, banyak yang ngikutin dari belakang.
Kalau dari pressure pengerjaanya, lebih berat yang mana, album yang dulu atau album yang sekarang?
Rama: Nggak lah.. nggak ada tuh yang namany tekanan atau pressure. Soalnya kami ngerjainny enjoy aja. Mungkin pas album pertama dulu , kami belum tahu banyak soal dunia rekaman, justru di album kedua ini kami ngerasa lebih lepas ngerjainny. Udah mulai tahu dan mengerti yang mesti di kerjakan.
Kalau penggarapan rekamannya lebih banyak di mana? Studionya capung atau musica?
Rian: kalau, musiknya lebih banyak ngerjainnya di musica. Pas waktu workshop-ny kami ngerjain di studio FX. Semua udah di jadwal sih untuk itu, tapi nggak tahu kenapa buat take vokal tuh gue emang mesti ke bandung. Nggak dapet aja feel-nya kalau di musica. Cocok-cocokan aja sih sebenarny.
Mungkin”jin”-nya, lebih cocok di bandung?
Rian:  hihihi.... nggak lah. Masalah mood gue aja kali. Suasananya emang enak di bandung. Karena take-nya kan pas bulan puasa setahun kemaren tuh. Waktu itu aja gue langsung dapet empat lagu sehari.
Berapa lama sih total pengerjaan album ini dari awal workshop sampe slesai?
Rian:  tiga bulananlah...
Selain emang banyak jadi di jalanan, ada makna lebih luas nggak kenapa di kasih nama perjalanan?
Rian: Pasti ada. Dari kami yang album pertama udah ngalamin yang namanya perubahan menjadi lebih baik. Kami kepingin perjalanan d’masiv yang sekarang tetap ada di jalurnya nggak pingin mentok disini saja. Pinginnya sih terus berjalan sampe kami bisa ke tempat yang lebih indah.


MAU LANJUUt.. masih panjang lho.....
kaloo mau like donk



Nii lho cover.y bku music score. .
Keren kan!

Sabtu, 07 Mei 2011

ga tau apa judul nya

sudah 2 bulan hati ini terasa hampa
aq ingat perkataan nya saat dia bersama q
da berkata "aq adalah cwe yg stia, selama aq pcr'n aq tidak prnah slingkuh"
itu lc prkataan yg paling sngt membuat q benci kpd nya
mn bukti dari perkataan nya itu,
di saat aq berada di dlm kertepurukan dia malah prgi dngn cwo lain.

aq sadar ternyata saat dia bilang SETIA arti nya adalah "SELINGKUH TIADA AKHIR" .
aq sich merasa itu arti nya,
soal nya dia malah punya cwo lain slaen diri q,,

Tp walaupun hati ini kosong, hati ni selalu di temani oleh teman teman dari dunia maya,
mreka senantiasa menghibur q dngn candaan nya ,

stiap malam aq selalu cuma di depan komputer buat mencari hiburan dari dunia maya,
teman q pernah berkata "jangan kmu tiap hari main komputer krna ga baik buat mata"
aq sadar klo kita terlalu lama di depan komputer itu akn mengganggu mata,tp mau bagaimana lagi hanya dengan ini aq dapat melupakan kesedihan q,
aq masih beruntung dapat melupakan kesedihan q dngn browsing di dunia maya,
banyak orang yg melupakan kesedihan mereka dengan meminum minuman keras, aq bukan orang seprti itu, iman q masih kuat, aq masih tkut akan dosa,

so drpd aq berbuat yg bukan bukan lebh baik aq trus browsing sampai aq melupakan semua kenangan indah yg skrng menjadi pahit


aq mau ucapakan terima kasih buat teman teman q dari dunia maya yg selalu senantiasa menghibur q dngn candaan kalian,,

d'masiv - merindukan mu

lagu ini sangat cocok buat aq..
sampai saat ini aq masih merindukan dia 
yang telah pergi meninggalkan q


smoga dia bhagia di sana
aq akan terus mengingat dia sampai kapan pun
kenang kenangan yang indah saat bersama nya

aq kangen akan saat saat seperti dulu
saat kami selalu bersama
tak ada yang bisa memisahkan kami berdua

aq sadar aq tak sempurna
tapi apakah aq tak pantas untuk mendapatkan cinta dari seorang wanita
apakah aq ini hidup cuma buat di jadikan pelampiasan orang yang q cynk

hidup memang tak adil
aq selalu berada di bawah sedangkan orang orang selalu berada di atas q
mreka selalu tertawa akan kesedihan q
se olah plah aq pantas buat di sakiti

aq tak boleh menyerah
aq harus bangkit dari kertepurukan ini

oh tuhan
bantulah hamba mu ini buat melupakan dia

Jumat, 06 Mei 2011

"HATI YANG KAU SAKITI"

Awalnya terasa indah..
kita saling menyayangi..
walaupun jarak memisahkan..
kita coba untuk selalu bertahan..
kita coba untuk selalu saling mencintai..

kita jalani dengan 3′K..
kejujuran..
kepercayaan..
kesetiaan..
membuat kita saling mengerti..
membuat kita saling bertahan..
membuat kita semakin saling menyayangi..

Perasaan Rindu..
sama-sama kita rasakan..
kita coba selalu menjaga hati..
mencoba wujudkan mimpi, janji dan harapan kita..
banyak hal yang terjadi..
suka.. senang.. bahagia..
sedih.. tangis.. marah..
tapi bisa kita lewati bersama..

Seiring berjalannya waktu,, 3′K dalam hubungan kita..
tak bisa kamu jaga..
ada hal yang kamu sembunyikan dari aku..
sampai akhirnya aku tau sendiri..
ternyata kamu menjalin hubungan dibelakang ku..

Aku coba untuk mengerti..
memberikan kamu waktu untuk berfikir..
walaupun perasaanku tak bisa berbohong..
kalau hati ini teramat sakit..
dan yang lebih menyakitkan lagi..
ternyata kamu tak bisa memilih..
kamu tetap cinta aku dan dia..
bahkan rasa sayangmu lebih ke dia..

Dimanakah janjimu yang dulu terucap..??
Dimanakah dirimu yang dulu mencintaiku sepenuh hati..??
Dimanakah kesetiaan itu..??

LAGU - LAGU d'masiv (kompilasi, menuju nirwana, perubahan, perjalanan)

# alasan terindah

# 1 lawan 1

# playboy tobat

# pengagum beratmu

# walau harus terluka

# orang yang pantas

# terluka

# menggilaimu

# membunuh secara perlahan

# penantian yang terlewatkan

# penantian yang tak terlupakan

# ungkapkan cinta

# jalani saja

# kala sang surya tenggelam

# semakin (versi lama)

# jangan biarkan semakin tenggelam

# janji manismu

# maafkan aku

# sehingga

# Menanti Keajaiban

# Bertepuk Sebelah Tangan

# Ungkapkan Saja

# Menanti Keajaiban

# Kau Jatuh Cinta Lagi

# Aku Takluk

# Dia Atau Aku

# Menyegarkan

# Sudahi Perih Ini

# Apa Salahku

# Tak Sejalan Lagi

# Jangan Pergi

# Rindu Setengah Mati (Ost.Kejora Dan Bintang)

# Syair Dunia

# JBST

# #Menuju Nirwana

# Takjub

# Katakan Terus Terang

# Tahta Terbaik

# Begitu Sempurna

# Alinda

# Ironis

# Menuju Nirwana

# Jangan Menyerah

# Perih

# Semakin

# Tak Tersentuh

# Lelaki Pantang Menyerah

# Akhirnya Ku Menemukanmu

# Cinta Sampai Disini

# Luka Ku

# Tak Pernah Rela

# Ilfil (Manusia Tak Berharga)

# Sebelah Mata

# Diam Tanpa Kata

# Dilema

# Dan Kamu

# Diantara Kalian

# Aku Percaya Kamu

# Merindukanmu

# Tak Bisa Hidup Tanpamu

# Cinta Ini Membunuhku

# Pelampiasan Hasrat

BUAT SAHABAT Q

siang mlm kita slalu bersama...
suka duka kita lewati dengan senyuman..
ternyata itu hanya topeng...
aq sadar tenyata slama ini kmu ga pernah me nyayangi q spenuh hati

ternyata benar kata teman2 q..
lebih enak punya sahabat drpd punya kekasih..
sahabat adalah kekasih di kehidupan nyata,,
tetapi pacar adalah kekasih di kehidupan mimpi yg se waktu waktu bisa menjadi mimpi buruk..

terima kasih buat para sahabat q yg slalu stia bersama aq..
maaf kan aq slama ini salah menilai kalian..

Sabtu, 02 April 2011

d'Masiv

d'Masiv merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang berdomisli di Jakarta. Anggotanya 5 orang yaitu Rian Ekky Pradipta (vokal), Dwiki Aditya Marsall (gitaris), Nurul Damar Ramadan (gitaris), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass), dan Wahyu Piadji (drum). Nama d'Masiv belakangan disejajarkan dengan band-band "papan atas" Indonesia seperti Ungu, Nidji, atau Peterpan karena popularitas lagu-lagu mereka.

Daftar isi

  • 1 Sejarah
  • 2 Diskografi
  • 3 Kontroversi
  • 4 Referensi

Sejarah

d'Masiv pertama kali dibentuk pada 3 Maret 2003. Nama d'Masiv sendiri berasal dari kata dalam bahasa Inggris "massive" sebagai semacam pengharapan agar bisa meraih hasil sebaik mungkin di kancah musik nasional. Nama mereka mulai melambung setelah berhasil memenangkan Kompetisi Music A Mild Live Wanted pada tahun 2007. d'Masiv akhirnya merilis album pertama mereka berjudul "Perubahan" pada tahun 2008 dengan lagu "Cinta Ini Membunuhku" sebagai lagu andalannya. Lagu ini sangat populer sehingga semakin melambungkan nama mereka di kancah musik nasional. Di akhir tahun 2008, d'Masiv membuat wadah perkumpulan bagi para penggemarnya dengan nama Masiver.
Pada tahun 2009, d'Masiv merilis mini album baru yang berisi 2 buah lagu berjudul "Mohon Ampun Aku" dan "Jangan Menyerah". Menurut Rian, vokalis d'Masiv, proses pembuatan mini album ini sangat singkat dan dirilis untuk menyongsong Bulan Ramadan 1430 H yang jatuh menjelang akhir bulan Agustus 2009.

Diskografi

  • Perubahan - (2008)
  • Special Edition (mini album) - (2009)
  • Perjalanan - (2010)

Prestasi Lagu

Single Top 25 Hist 99rs Ardan Swara Teknika FM
Cinta Ini Membunuhku 1 1 1 1
Diantara Kalian 1 1 1 1
Merindukanmu 1 1 1 1
Aku Percaya Kamu


1
Diam Tanpa Kata


1
  • 99rs & Ardan Top Request.
  • Teknika Top Music (Swara Teknika FM)

Penghargaan-penghargaan Musik
  • Double Platinum RBT Awards, Album : Perubahan
  • Multi Platinum RBT Awards, Album : Special Edition
  • Video Klip Terdahsyat, Dahsyatnya Awards 2010 - d'Masiv, Jangan Menyerah
  • Lagu Terbaik, AMI Awards 2010 - d'Masiv, Jangan Menyerah
  • Group Band Terbaik, AMI Awards 2010
  • Karya Produksi Terbaik Terbaik, AMI Awads 2010 - d'Masiv, Jangan Menyerah

Kontroversi


Sampul album d'Masiv (atas) yang dituduh menjiplak sampul album Aerosmith (bawah).
d'Masiv sempat diberitakan sebagai penjiplak karya musik band lain. Kredibilitas Anugerah Music Indonesia Ke-12 tahun 2009 pun sempat diragukan hanya karena memasukkan nama band ini sebagai salah satu nominasi peraih penghargaan Artis Pendatang Baru Terbaik. Anggota Dewan Pengarah AMI Seno M. Hardjo bahkan mengatakan pihaknya kecolongan dengan masuknya D’Masiv.
Beberapa dari lagu yang dituduh menjiplak tersebut di antaranya adalah lagu berjudul Dilema yang dianggap mencontek hampir semua bagian dari lagu Soldier’s Poem yang dibawakan band populer asal Inggris, Muse. Lagu Dan Kamu dianggap menjiplak Head Over Heels (In This Life) milik band Switchfoot asal San Diego, Amerika Serikat. Lagu Switchfoot lainnya yang berjudul Awakening juga dianggap dicontek intro dan ketukan ritmenya dalam lagu Diam Tanpa Kata. Intro lagu Luka Ku sendiri dianggap sangat mirip dengan Drive-nya Incubus, sementara intro lagu Cinta Sampai di Sini dianggap persis dengan intro lagu Into The Sun milik band Lifehouse dari Los Angeles, AS. Semua lagu itu ada di album perdana d'Masiv yang berjudul Perubahan. Diberitakan pula sumber di internet yang juga mengatakan bahwa lagu "Cinta Ini Membunuhku adalah hasil jiplakan dari lagu "I Don't Love you" milik My Chemical Roamnce. Lagu sebelah mata juga menurut mereka memiliki kemiripan intro dengan lagu dari Fall Out Boy ,"The Take Over The Breaks Over. Dan intro lagu "Tak Pernah Rela" mirip seperti lagunya Keane, "Is It any Wonder." Belakangan, muncul lagi berita bahwa lagu terbaru d'Masiv Jangan Menyerah menjiplak lagu Muse yang berjudul Falling Away With You.
Tidak hanya lagu-lagu mereka yang disorot menjiplak hasil karya orang lain. Sampul album pertama d'Masiv yang berjudul "Perubahan" juga dituduh meniru salah satu sampul album dari band Aerosmith (lihat gambar).
D’Masiv sendiri menolak semua tudingan bahwa mereka adalah band plagiator yang hanya bisa menjiplak lagu musisi lain. Dalam jumpa pers yang digelar di Hard Rock Cafe Jakarta pada tanggal 1 April 2009, vokalis Rian mengaku dia dan grupnya hanya terinspirasi lagu-lagu dari musisi luar seperti Muse, Switchfoot, dan Incubus.

Referensi

  1. ^ Profil d'Masiv di KapanLagi KapanLagi. Diakses pada 31-7-2009.
  2. ^ d'Masiv Luncurkan Mini Album Jelang Ramadan Okezone. Diakses pada 31-7-2009
  3. ^ a b [http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/05/03/04212288 /mempertanyakan.kreativitas Mempertanyakan Kreativitas], Kompas, 3 Mei 2009
  4. ^ a b 'Jangan Menyerah' d'Masiv Jiplak Lagu Muse? Okezone. Diakses pada 31-8-2009.
  5. ^ d'Masiv Plagiat? Oktavita. Diakses pada 31-8-2009.
  6. ^ Album Baru, d'Masiv Tak Takut Dicap Plagiat Okezone. Diakses pada 31 Agustus 2009.

Profil para personil d'Masiv

Rian (vokal)
Nama Lengkap:Rian Ekky Pradipta
TTL : Yogyakarta,17 November 1986
Kiki (gitar)
Nama Lengkap:Dwikki Aditya Marsall
TTL : Yogyakarta,23 November 1988
Rama (gitar)
Nama Lengkap:Nurul Damar Ramadhan
TTL :Jakarta,2 Mei 1987
Rai (bass)
Nama Lengkap : Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata
TTL : Jakarta,3 Maret 1988
Why (drum)
Nama Lengkap : Iustinus Wahyu Piadji
TTL :Jakarta,1 Februari 1987



Selasa, 15 Maret 2011

Biografi Masivers Community

Sebuah wadah tempat berkumpulnya para masivers ( fans d’Masiv band ) untuk menuangkan rasa kecintaannya kepada band idolanya, tidak hanya itu saja, para masivers juga melakukan kegiatan kreativitas dalam bakat serta hoby mereka. Masivers community sudah beranggotakan kurang lebih 49.000 orang di Indonesia.

Masivers community telah diresmikan langsung oleh d’Masiv diareal Blok.m plaza tanggal 29 june 2008, untuk wilayah JaBodetabek anggotanya kurang lebih 9000 orang masivers, masivers Bandung, masivers Tasik, masivers Cilegon , Jambi, Medan, Makasar, Cirebon, Jogja, Solo, Bali, Balikpapan, Samarinda, Sengkang, Papua, Maluku, Palembang, Aceh, Lampung, Riau, Pekanbaru, Bengkulu, Padang, Serang, Gresik, Malang,Banjarmasin, Magelang, Surabaya, Situbondo, Pekanbaru, Pekalongan, jember, Palangkaraya, Pati, Sukabumi, Duma, Trenggalek, Batam, Manado, Kendari, Sumenep, Sala-3, Jombang , Sumedang, Tuban, Pasuruan, Tulung agung, kediri, Gorontalo, Kudus, Bojonegoro dan lainya adalah bagian dari dalam keanggotaan masivers Indonesia community , dan dapat diperkirakan keanggotaan masivers dari kaum pelajar smp 40%, pelajar sma 30%, mahasisswa 20% dan masyarakat umum 10%.

Didalam kegiatan Masivers Community , baik jangka pendek ataupun jangka panjang pasti pihak komunitas selalu melibatkan para masivers dari semua kalangan, tentunya diluar jam belajar  mereka disekolah/ dikampus mereka.Kegiatan sosial, Kumpul Bareng dan kegiatan-kegiatan positif lainya yang membangun dan berguna bagi semua pihak. Setiap kali d’masiv melakukan performance diwilayah masing-masing maka masivers didaerah itu akan selalu hadir untuk mendukung band idolanya.

Masivers Community selalu terbuka untuk siapa saja yang siap bergabung dalam komunitas ini, selama itu berguna bagi mereka yang mau bergabung dan berguna bagi pihak komunitas dan d’Masiv band.
  d’Masiv di hati

d’Masiv dinanti

Masivers Sampai Mati

( itulah selogan Masivers ) salam 5 Jari