Selasa, 29 Mei 2012

SABRINA (LOVE ACOUSTIC


susahnya cari official website penyanyi asal Philipina yang satu ini.. Semua albumnya berisi lagu-lagu remake yang bergenre acoustic. Easy listening, buat santai, buat pengantar tidur...
Nama aselinya adalah Roli Alexandra Orial, asli Philipina. Setelah cari-cari di wikipedia, nemu tanggal lairnya, tanggal 30 September 1989, wuaduh masi muda euy..anak ketiga dari tiga bersaudara..sekarang kuliah BA Communication Arts atUniversity of The Philippines, Los Banos, Laguna.
Penampakan yang punya suara empuk ini...
 cantik juga kan...

Kalo dari wikipedia, ternyata dia uda ngeluarin 4 album..
1. Sabrina tahun 2006
2. I Love Acoustic tahun 2007
3. I Love Acoustic Too tahun 2009
4. I Love Acoustic 3 tahun 2010

Pertama kali denger lagunya sabrina pas di kator, temen ada yang nyalain winamp muter lagu akustikan...ternyata sabrina...pas itu yang album I Love Acoustic..
dan album setelahnya juga gak jauh beda...tetep asoyyy geboooyyyy...
yuk kita ulik satu persatu albumnya...
cekobroooottttt...


Rabu, 01 Juni 2011

DULU
aq kngen akan diri mue
senyum mue slalu membayangi sepi

kmn kc diri ini akn mngadu
krna diri q sngt khilangan diri mue

mngkin aq tdk bisa membahgia kn mue scara materi..
tp aq akn slalu brusaha membahgia kn dri mue bgaimana pun cra nya..
walaupun nyawa sebagai truhan nya..

apa kc pngorbanan diri q masih kurang..
nyawa q sudah hampir melayang gara gara ingin menyelamat kn dri mue..
tp aq tdk memikir kn resiko nya..
krna yg q mau agar diri mue bisa selamat tnpa ada cacat sdikit pun..

ingat kc janji mue yg dulu..
kau bilang kau kn stia kpd q..
tp semua itu hnya OMONG DOANG..

SEKARANG
aq akn berusaha MELUPAKAN DIRI MUE..
aq akn membuka hati q buat orang lain..

SELAMAT TINGGAL MASA LALU
SELAMAT DATANG MASA DEPAN

SEBUAH CATATAN TENTANG PLAGIARISME KARYA CIPTA LAGU: Benarkah D’Masiv Band Plagiat?

24 April 2009, bertempat di Balai Sarbini Plaza Semanggi, Setelah membacakan para Nominator, dengan lantang lalu diumumkanlah “Kategori Album Terbaik 2009 adalah……..”The Special One” YOVIE & NUNO…!!!” Segeralah Yovie Widianto, Dudi, Dikta, dan Diat segera naek ke atas panggung untuk menerima penghargaan tersebut, hingga kemudian Yovie, sang leader mengucap seraya kaget melihat trophy:”Ini bener Anugerah Musik Indonesia kan? Bukan anugerah musik Melayu…?” sebuah sindiran yang cukup menghenyakkan seisi gedung (terlebih ST 12, yang sebelumnya didaulat sebagai Band Terbaik 2009, mengalahkan Yovie & Nuno). Tak berhenti di situ, di kesempatan lain, dengan venue yang sama, Yovie kembali berujar: “yang terpenting ialah kami mampu menghasilkan karya yang orisinil dan tidak menjadi Band Plagiat”. Dua “scene” itu merupakan bagian dari sebuah rutin besar, bahkan mungkin yang terbesar dalam ranah Musik di Indonesia, yakni Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2009. Dua sindiran yang dilontarkan oleh Yovie Widianto sebagai musisi kawakan malam itu sepertinya cukup menutup megahnya pagelaran acara dengan tembakan-tembakan sindiran yang sesungguhnya sudah sangat sering ia lemparkan sebelum bahkan sesudah ajang tersebut, dan tersangkanya ialah satu: D’Masiv, band pendatang baru yang menuai sukses dalam debutnya. Pertanyaannya, benarkan yang dilakukan oleh D’Masiv merupakan salah satu bentuk plagiasi karya musik? Sepertinya untuk menilai hal tersebut tak semudah melemparkan tudingan layaknya yang dilakukan oleh Yovie. Sesungguhnya bukan hanya Yovie Widianto yang menuding Band D’Masiv sebagai plagiator, banyak insan musik hingga media yang turut memojokan D’Masiv sebagai band peniru lagu-lagu musisi luar negeri, meskipun tidak se-intens dan se-pedas tudingan-tudingan Yovie, yang membuat saya takjub, koq bisa ya seniman melemparkan tudingan sporadik semacam itu? Berjuang atas nama orisinalitas kaum atau iri dengan kesuksesan Band-band fresh yang melesat bak Apollo 11?

Sabtu, 21 Mei 2011

tertipu sama istri orang

Ini pengalaman yg lucudlm hidup q
dulu ada cwe muda,cantik,bening,anggun,seprti bidadari dari langit (gombal) klo mirip artis dia itu mirip bngt sama NIKITA WILLY .. Dia dtng k'kota q buat bekerja...
sebut ajja nm nya RN (di sensor ya) usia nya sich cuma beda 2 tahun sama aq..(saya 17 tahun dia 19 tahun).
dia di sini bekerja sebgai penjaga warung atau bahasa keren nya WAITERS ( aneh2 ajja masa warteg ada waiters nya).
walalupun dia bkerja sebagai WAITERS di warteg tp cwo cwo sering bngt godain dia...
tp q akui dia kuat iman..
tahan di goda & dia bukan cwe gampangan..
itu lah yg aq suka dari dia..
saat berkenalan sama aq dia tersenyum manis bagaikan bidadari (gombal lg)...
saat itu pun berkenalan nya cuma diam diam tnpa kthuan tmn2 soal nya banyak saingan (mklum orng nya cntik).
Tp se iring nya wktu kami berdua pun resmi menjadi spsng kekasih (senang bngt dech).
Tp banyak bngt cobaan yg kami trima.Semua orng ingin mrusak hbngn kami b'2 krna bnyak bngt yg suka sama dia.
Akhir nya hbngn kami pun harus putus krena cobaan kami terlalu besar...saat kami putus dia mngajak q untuk ktemuan untuk trkhir kali nya..
aq tidak mngrti apa yg dia mksud shngga aq tidak mau brtemu dia krena aq tidak enak sama orang orang..
sejak saat itu dia pun kembali ke kota nya lg & dia pun brhenti bkerja..
2 bulan kami tidak ada komunikasi sejak putus & baru baru ini aq pun mendengar khabar nya lagi dri seorang tmn q klo ternyata selama ini dia itu sudah punya suami, dan saat dia berpacaran sama diri q trnyata dia itu lagi ada mslh sama suami nya..
maka nya dia pergi dari kota nya buat mnghidari suami nya..
 (malu dech sama suami nya)
saat putus sama aq dia pun memutus kan buat kembali sama suami nya..
(alhamdulilah dech klo bgitu)

dari kisah q di atas ternyata aq udah di tipu sama istri orng..(ada ada ajja)

tp walaupun bgitu dia itu jg mntan q dan aq ga akn prnah m'lupakan diri nya karena dia jg prnah jd orng no 1 dlm hidup q..


SALAM CYNK Q BUAT R**N*..

Jumat, 20 Mei 2011

WAWANCARA EXLUSIF D’MASIV DALAM BUKU ‘MUSIC SCORES’ LAST PART (PART PALING *GOKIL*)

Hehehe... kalau sudah mampu membuat lagu hit sebanyak itu, apa pernah terbersit untuk jadi produser seperti banyak pencipta lagu yang lain?
Rian: Kepikiran sih suatu saat nanti kepingin juga. Tapi yang jelas nggak sekarang karena emang masih banyak belajar.
Komentar kamu soal gaya tangan khas kamu yang pernah di bilang meniru anji drive?
Rian: Nggak tau deh. Gue sih keluar sendiri aja tuh. Anji itu salah satu vokalis yang berpengaruh juga buat gue karena doi itu temen gue juga. ;agian bukan gue dan anji doang kok yang kayak gitu. Perasaan sih vokalis-vokalis band british banyak juga yang punya gaya mirip-mirip gitu.
Hehehehe.... bicara soal musisi pendukung, siapa di antara kalian yang memberi ide pertama kali untuk memakai kevin vierra di salah satu lagu pada album kedua dan kenapa mesti dia?
Rian&rama: Si ray tuh...
Ray: Kok gue sih?. Nggak kok... anak anak juga ikutan. Sebelumnya, kami mikir kayaknya lagu itu lucu kalau ada nuansa piano klasiknya. Lagian se-label juga, jadi birokrasinya lebih gampang.
Rian: Selain itu menurut kami, Kevin itu emang pemain piano yang bener. Pokoknya jago deh mainnya. Katanya sehari minimal mesti megang piano dua jam. Pegang doang hahahahaha....
Ray: Yang nomor satu dan paling penting sih... kevin itu guanteng.. huehehehe
Huahahahaha... kalau nama nama musisi yang lain, itu kalian yang mengusulkan atau label yang menyediakan?
Rian: Ada beberapa yang kami usulin, ada juga yang Kang Noey dan Kang Capung usulin.
Selain uang jajan yang berkecukupan menurut kalian apa kesiksesan paling hebat yang sudah d’masiv raih?
Rian: Lagu kami bisa dinyanyiin banyak orang..
Why: Nah itu, kalau gue sih pas kami bikin lagu jangan menyerah soalnya bisa menginspirasi banyak orang.
Rian: Gue seneng banget kalu ada yang komen soal lagu ini, bukan ABG lagi. Maksudnya orang-orang yang berumur pun ikutan komen positif buat lagu itu. Lagu itu emang jadinya luas banget.
Siapa orang yang menurut kalian paling berjasa dalam mendukung kesuksesan karier d’masiv?
Rama: mungkin papanya rian yah. Dari dulu selalu support kami. Walaupun jarang ikut tur, sekarang beliau masih bantuin ngelola fans club d’masiv, masivers. Selain itu tentunya juga orang tua kami masing-masing.
Apakah kalian sudah mulai bisa merasakan bahwa apa yang sudah kalian capai sekarang ini adalah puncak dari apa yang kalian cita-citain dulu?
Rian: masih jauh. Istilahnya paling juga baru sejengkal. Masih jauh banget perjalanan kami.
Apakah kalian masih suka rindu dengan semangat awal perjuangan dulu? Seperti waktu semangat-semangat berjuang mengikuti festival dulu?
Rama: Kangen banget
Why: Hahahaa.. pastinya
Kebersamaan yang sudah kalian jalani, sedikit banyak mirip seperti orang pacaran. Pernah ada cerita ribut atau berkelahi serius waktu kalian bareng?
Rian: alhamdulillah sih nggak pernah sampai yang gimana banget. Paling juga ada masalah kecil pas manggung, pas turun panggung juga udah nggak ada apa-apa lagi.
Why: kami biasain untuk ngobrol terbuka aja sih. Apa pun itu.
Ray:Yang tukang ngambek ngambek gitu juga kita nggak ada ya?
Kiki: paling juga tukang jahil noh (sambil melirik ray). Tukang jahilnya sih banyak! Hahaha...
Rama: Kami juga kayaknya nggak pada punya ego gede gitu, deh. Nggak bolehlah kayak gitu. Tapi, kalau adu argumen itu mesti. Band bagus itu emang mesti punya adu argumen.
Ray: Yang penting kami mesti sadar sendiri aja siapa yang suaranya lebih pantas di dengerin saat itu.
 Seenak-enaknya jadi bagian dari sebuah band kondang, apakah kalian juga punya cerita tidak enak jika di bandingkan dengan kehidupan kalian yang dulu?
Rian: Pasti. Nggak enaknya mungkin jadi lebih terekspos aja. Dulu lebih leluasa, sekarang mesti lebih di tahan-tahan kalau mau yang gila-gilaan.
Suka atau tidak, anak band itu dekat sekali dengan para groupis ceweknya. Adakah cerita lucu soal salah satu groupis kalian yang nakal? Adakah di antara kalian yang pernah punya cerita dekat dan serius dengan penggemar kalian?
Rian: Ya.. karena kita band isinya anak anak cowok udah pasti punya penggemar cewek. Tapi, kalau kami manggung di outdoor gitu, jumlah antara penggemar cewek dan penggemar cowok kayaknya sama aja deh. Nggak tahu deh tuh yang maen bass, soalnya kan dia yang paling ganteng.. huehehehe
Ray: Jiiaahhh... kita, kan bukan boy band, bo’! nggak ada deh jayaknya di antara kami yang pernah ngegebet masivers. Lagian kami juga udah komit kalau masivers, secantik apa pun dia ya jangan di gebet.
Saya perhatikan, ada satu fans kalian yang masih anak-anak dan selau setia ikut. Dia itu siapa sih? Semacam jimat keberuntungan kalaian atau apa ya?
Rian: oh.. si dafa. Dia itu termasuk anak enam tahun yang unik. Jadi kalau lama nggak nonton d’masiv biasanya dia suka sampai sakit. Akhirnya orang tuanya nelpon kami dan nyuruh kami ngobrol sama dia biar cepat sembuh. Terus tadinya nakal sekarang udah nggak terlalu lagi. Seru juga sih karena ke mana mana selalu dateng. Gue sih suka kasian aja sama nyokapnya.
Bagaimana setrategi kalian menjaga fans kalian supaya tetap suka dengan lagu lagu kalian seiring bertambahnya umur mereka?
Rian: Dengan selalu nggak menganggap mereka sebagai fans, tapi lebih kepada seseorang teman. Kayak kemaren pas launching mereka pada datang semua. Yah gue luangin waktulah buat sekedar menyapa dan mengobrol langsung sama mereka. Kami juga selalu bilang sama mereka supaya nganggep d’masiv itu biasa aja kayak temen biasa mereka yang lain.
Terakhir, kasih pesen-pesen dong buat para fans kalian di setiap penjuru kolong langit.?
Why: Beli CD d’masiv dan download RBT-nya hehehe
Kiki: Latihan , semangat banyakin manggung, jang pernah mikirin duit dulu
Rian: Mesti bisa nerima kritikan orang.
Rama: inget! Nggak ada orang sukses yang instan.


AKHIRNYA SLESE JUGA..
OYYA. QW MAU MINTA PENDAPAT KALIAN.
PILIH SALAH SATU (LEBIH JUGA BOLEH) WAWANCARA DARI SEMUA PART YANG PALING MENARIK TRUS KASI ALASAN <<<<WAJIB>>>>

MAAF YA KALAU ADA SALAH2 KATA.
TERIMA KASIH JUGA UDAH MAU BACA NOTE AKU.
*MAKASIH* *JEMPOL*



AQ MAU UCAPIN TERIMA KASIH BUAT NARASUMBER Q 

ArinaBella Ekkypradipta Sii-masiverzgirls 

 

WAWANCARA EXLUSIF D’MASIV DALAM BUKU ‘MUSIC SCORES’ PART 4

pernah mendapatkan bahan lmembuat lagu dari membaca sesuatu?
Rian: Waktu SMP dulu itu gue suka baca buku khalili gibran. Makannya kalau gue perhatiin, lirik lirik gue itu bersayap. Istilahnya pake bahasa langitlah. Agak berat jadinya. Sekarang-sekarang gue jadi lebih alami aja, sama apa yang lagi gue rasaain. Keluar sendiri aja gitu. Orang yang nyanyi pun akhirnya nggak perlu mikir lama buat bisa langsung ngerti maksud liriknya.
Di antara anak anak d’Masiv siapa yang biasanya paling cocok sama rian untuk jadi partner membuat lagu?
Rian: sampe saat ini sih rama yang masih sering
Kenapa bukan dengan kiki? Masih saudara kandung kan?
Rian: nggak juga, kebetulan selama ini mungkin emang lebih pas aja rama. Misalnya kalau rama lagi dapet nada dan mentok di lirik, do’i pasti langsung ngehubungin gue.
Rama: Gue biasanya emang gitu. Kebanyakan kalo bikin lagu, dari notasi dulu.
Darimana sih mendapatkan ide untuk menulis lirik-lirik pengalaman cinta yang pahit?
Rian: referensi juga kali ya. Dari kecil gue emang udah di cekokin bokap sama lagu-lagunya Queen dengan nadanya nyeret-nyeret. Pas mulai SMA gue tambah banyak suka sama band-band dari inggris yang lain. Kebawabya mungkin dari situ itu. Kalau lirik ya itu.. emang lebih banyak dari apa yang gue rasain.
Berarti stok cerita patah hati dari zaman dulu sudah lumayan banyak ya?
Rian: He he he... gimana ya? Sampe sekarang kalau bikin lirik, gue masih suka ngebayangin yang dulu-dulu gue rasain. Misalnya, kayak dulu gue pernah disakitin orang, amarah itu masih gue rasain. Ya itu semua gue tuangin aja ke lagu.
Ada berapa song writers yang mengaku lebih bisa menikmati menulis lagu tema yang sakit daripada tema happy. Apakah rian termasuk tipikal yang seperti itu?
Rian:Nggak juga sih. Kayak yang udah gue omongin tadi, hampir semua hal yang gue rasain bisa jadi lagu. Pas lagi kangen misalnya, atau lagi jatuh cinta, itu kan bukan rasa sakit. Terus yang lagu jangan menyerah , gue seneng lagu itu karena bisa ngasih orang lain motivasi.
Teru skalau sedang menulis lirik yang bertema fall in love atau broken heart, apakah itu semua dirsakan sendiri?. Atau mungkin hasil mendengarkan curhatan orang?
Rian: nggak tentu ... tapi mungkin gue ngerasaain pacaran itu pas kelar SMA sebenarnya. Karena pas SMP sampai SMA itu masih yang hanya ngejar ngejar dan nggak pernah dapet dapet.
Waduh, curhat colongan yah? He he he..sebut satu nama, siapa sumber inspirasi paling penting dalam penulisan lagu di album ini?
Rian: Siapa yah??. Tuhan sih sebenarnya. Karena buat gue nada-nada yang lahir itu anugerah. Mau bikin satu lagu aja bisa nggak jadi-jadi kalau nggak dapetin ilham.kayak rindu setengah mati misalnya, makna lagu itu sebenarnya luas bangets. Kayak kumpulan perasaan kangen yang disatuin gitulah. Contohnya pas, kami lagi tur dan mesti ninggalin keluarga atau hal hal asyik yang biasa kami kerjain. Kebetulan juga waktu itu gue sempet beberpa hari nggak melaksanakan kewajiban salat. Kangennya nyampur semua jadi satu. Ya jadinya rindu setengah mati itu.
Saya, yakin walaupun kamu bukan jadi orang yang pertama mengemas ide tema jangan menyerah menjadi sebuah lagu. Ternyata lagu jangan menyerah tetap bagus dan berdampak kuat bagi orang banyak. Saya jadi penasaran dan ingin tahu momen pas kamu menulis lagu itu.
Rian: Gue bikin lagu itu selepas d’masiv manggung di acara amal rumah sakit dharmais. Waktu itu kami main di depan anak anak pengidap kanker. Umur mereka rata-rata berumur sekitar tujuh sampai delapan tahun. Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Tapi salutnya, mereka masih bisa nyanyi bareng d’masiv. Nah, ada satu anak yang pengin bangets nonton kami, tapi kondisi dia itu nggak mampu turun dari kamarnya di lantai atas. Akhirnya kami, yang ke atas nemuin dia. Gue nyanyi di depan dia sambil gue pegang tangannya. Terus abis itu gue liat dia senyum dan ikutan lirih bernyanyi. Padahal kata nyokapnya dia udah lama banget nggak sennyum. Sedihnya, seminggu dari itu katanya dia meninggal.
Saya jadi ikut sedih... terus?
Rian: tapi momen yang bikin gue netesin air mata adalah satu anak yang namanya restu. Dia itu pake kursi roda dan kakinya udah nggak ada. Gue liat dia semangat banget nyanyinya. Sambil nyanyi, nangis deh gue. Nangisnya bukan berkaca-kaca dulu gitu loh, tapi langsung netesin air mata. Gue peluk dia dan gue suruh nyanyi. Pulangnya gue keingetan terus sama anak-anak itu. Walaupun sakit, gue ngeliat mereka itu kayak yang nggak punya beban. Dan itu semua kayak yang nampol gua sendiri. Gila! Malu sendiri. Kita yang lebih beruntungaja kadang masih sering ngeluh dan nyalahin keadaan. Akhirnya  terciptalah lirik itu. Kita emang mesti lebih banyak bersyukur apa pun keadaan kita. Lagu itu juga sekarang jadi penyemangat gue loh.
Rama: Hehehehe.... iya tuh. Kadang kalau ketemu situasi nggak enak, misalnya dapet makanan yang menunya kurang kami suk dari panitia, sekarang ada aja yang nyanyi sambil nyeletuk lagu itu. Langsung bete di tempat. Huahahaha.

MASIH ADA 1 PART LAGI>>>> LIKE YANG BANYAK YAA

WAWANCARA EXLUSIF D’MASIV DALAM BUKU ‘MUSIC SCORES’ PART 3

Terus kalau masalah royalitinya bagaimana?. Karena jika dilihat dari pembagian hak intelektualnya, pasti “alirannya” lebih banyak ke rian semua nantinya. Saya kurang tahu perihal internal d’Masiv, tapi ada beberapa band lain yang saya tahu lebih suka membagi rata hal seperti itu demi menjaga keutuhan band. Kalau, boleh tahu, apakah kalian menjalani hal yang sama?
Rama: Kami sih, prinsipnya dari dulu susah senang barang-barang, eh bareng-bareng terus.
Ray: Lagian contohnya aja nih lagu lagu rindu setengah mati kalau nggak ada bass nya juga nggak jadi kan? hehehe.
Rian: Emang iya, kami kan udah ngerasaain susah bareng. Jadi, sekurang penginnya kalau sekarang satu di antara kami kaya, ya mesti kaya semua.
Saya setuju itu. Kaya satu kaya semua. Seperti semboyannya the three musketrees-nya orang inggris, “one for all and all for one”. Saya justru lebih percaya jika uang dan materi sebenarnya Cuma efek dari apa yang d’Masiv lakukan selama ini. Karena pastinya, sejak awal terbentuk dan bertahan sampai sekarang, unsur fun, visi yang sama, plus kecintaan sama musiklah yang jadi energi utama mereka. Kalian bisa membayangkan sendiri cerita kegigighan awal mereka dulu dalam mengejar cita-cita. Demi mendapatkan uang untuk mendaftar ikuta berjuang di festifal band, anak-anak d’Masiv kabarnya juga sempat berlangganan menjadi pengamen di bis jurusan ciledug-blok M. Bisa dibayangkan, jika mereka masih setengah-setengah dan mementingkan gengsi, sepertinya hal seperti itu tidak akan mungkin terjadi. Para orang tua mereka pun sempat ada yang keki juga gara-gara perilaku anak-anaknya itu. Wajarlah, beda dengan sekarang, kadang orang tua itu suka khawatir dengan masa depan musisi.
Tapi hal sama nggak berlaku buat Rian dan Kiki yang kebetulan punya ayah yang gemar bermain musik sekaligus pernah menjadi musisi cafe. Mereka sangat didukung. Contohny saja rian, sejak umur 3 tahun, vokalis kelahiran 17 november 1986 ini sydah sering di bawa naik turun pamnggung sama ayahnya, Daniel Rajasa. Rian yang waktu itu masih cengeng dan pemalu juga masih agak canggung untuk ber-ekspresi lewat gerakan di atas panggung dan  meski kemampuannya benyanyi mulai di akui ketika menginjak SMP, bakat dan napas panjang bernyanyi rian sebenarnya sudah mulai terlihat dengan prestasinya yang sering memenangkan lomba mengaji dan azan. Tidak bisa dimungkiri, memang, sampai saat ini kualitas vokal khas dan kemampuan rian yang baik dalam membuat lagulah yang salah satu aset penentu kesuksesan d’Masiv.
Salut buat rian untuk semua penciptaan lagu di dalam album ini. By the way apakah kamu masih ingat kapan dan umur berapa pertama kali kamu menulis lagu?. Saya jadi membayangkan situasinya kira-kira seperti apa ya?
Rian:ingetlah.. jadi sikonnya itu pas gue lagi jatuh cinta. Gue masih SMP kelas satu waktu itu..hehehe. Lagunya lucu banget deh pokonya judulnya yang pertama .
Semua: bhuahahahaha.
Hahaha. Pernah punya niat untuk memasukkan lagu itu ke album d’Masiv tidak?Buat bonus track mungkin..
Rian: Kayaknya nggak akan dehh..
Semua: wakakakaka..
Selain lebih leluasa mencari nada vokal, apakah ada kepuasan lain yang kamu dapatkan dari menulis lagu?
Rian: Buat gue bikin lagu itu kayak ungkapan perasaan. Jadi, misalnya gue lagi patah hati, nih daripada gue bunuh diri mendingan bikin lagu, kan? Jadi lagu deh.
Betul! Apalagi bisa dapet rezeki lebih ya?
Rian: hehehe... alhamdulillah. Lebih positif aja jadinya. Misalnya gue lagi gerasaain sesuatu, gue bisa tuangin itu semua dalam bentuk lagu. Selain lagu, dulu itu gue juga suka nulis-nulis puisi. Skarang malah gue udah bisa nulis dari apa yang orang lain rasakan.

MAU lanjutt.. jempolnya donkk